Peranan Pemuka Agama, Tidak Boleh Diabaikan

KBRN, New York: Imam di Islamic Center of New York Muhammad Syamsi Ali mengatakan pemimpin dunia tidak boleh mengabaikan peranan penting pemuka agama dalam mengatasi berbagai persoalan. Pasalnya, para pemuka agama lebih ditaati ketimbang pemimpin politik.

“Kalau PBB melakukan kegiatan di berbagai negara, ternyata kepercayaan ke pimpinan agama lebih besar dari pimpinan partai politik,” kata Muhammad Syamsi Ali, dalam perbincangan khusus kepada Radio Republik Indonesia, Jumat (12/12/2014).

Diakui dalam satu dekade terakhir, agama menjadi sumber penting. Terkadang agama menjadi sumber konflik dan menjadi sumber rekonsiliasi. Konflik akan menjadi sumber konflik seperti yang terjadi di Timurn Tengah. Namun dia meyakini apabila fitrah manusia apalagi memiliki nilai-nilai agama, maka akan memilih harmoni dan hidup damai ketimbang konflik. Pada Selasa lalu, dia diundang ke Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjadi narasumber pada dialog tentang isu keagamaan. Dia mengaku kerap di undang oleh PBB untuk berdiskusi. Dirinya mewakili umat  Islam dunia.

“Kita ingin memberi penyadaran PBB bahwa agama tidak bisa dipandang sebelah mata. Agama merupakan jati diri manusia. Oleh sebab itu, agama tidak boleh di disingkirkan”. Di era keterbukaan, karakter yang paling menonjol seharusnya merasa saling terkait, tidak bisa hidup sendiri.

“Tidak ada kelompok manusia hidup sendiri. Masyarakat muslim harus dapat bekerjasama. Makanya saya menyampaikan Islam mengajak kedaiaman, kerjasama, toleransi dan kerukunan,” tegasnya. (Sgd/Foto:Reuters/HF)

Bookmark the permalink.

Leave a Reply