Setup Menus in Admin Panel

Bina Bangsa 99

Kuliah Umum Mengukuhkan Pancasila, Merawat Kebhinekaan di UKSW

Empat pembicara hadir dalam Kuliah Umum Agama “Mengukuhkan Pancasila, Merawat Kebhinekaan” yang digelar oleh Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Sabtu (15/7) di Balairung Universitas. Keempat pembicara tersebut adalah Dr. Alwi A. Shihab, Prof. Pdt. John A. Titaley, Th.D, Prof. Dr.Romo Franz Magnis Suseno, SJ dan Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. Dalam kuliah umum tersebut, keempat pembicara sepakat untuk mengukuhkan Pancasila dan merawat kebhinekaan di Indonesia.

Dr. Alwi A. Shihab yang menjadi pembicara dari perspektif agama Islam menegaskan bahwa Pancasila adalah suatu kesepakatan umat beragama di Indonesia. Lebih lanjut diungkapkan Alwi Shihab, Pancasila adalah titik temu dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Pancasila tidak bertentangan dengan agama apapun.

Hal senada juga disampaikan oleh Prof. Dr.Romo Franz Magnis Suseno. Pancasila menurutnya adalah tekad dan kesepakatan bangsa Indonesia yang memungkinkan bangsa ini hidup bersama dalam kemajemukan, dengan positif dan damai bersama-sama membangun Indonesia.

Menghadapi tantangan

Adanya fenomena kelompok-kelompok yang ingin mengganti ideologi Pancasila dan isu lainnya yang mengancam kebhinekaan di Indonesia diakui pembicara adalah tantangan bagi Indonesia saat ini. Untuk menghadapi tantangan saat ini, Alwi Shihab menyatakan bahwa toleransi dan saling respect menjadi kuncinya.

“Dari perspektif Islam, mengingkari kesepakatan adalah ciri dari perilaku yang tidak Islam. Dengan kata lain, mempertahankan NKRI adalah ciri Islam sejati,” kata Alwi Shihab.

Sementara itu, Prof. Dr.Romo Franz Magnis Suseno mengungkapkan dalam kondisi ini perlu penegasan kembali Pancasila dan juga kesejahteraan rakyat harus diutamakan dalam pembangunan ekonomi selain juga pemberantasan korupsi para politisi. Selain itu, beliau juga ungkapkan pentingnya komunikasi ramah dan terbuka antar umat beragama.

“Negara perlu tegas menindak segala kekerasan,” ungkapnya.

John A. Titaley yang juga Rektor UKSW menuturkan bahwa dalam ajaran Kristen disampaikan bahwa Tuhan menginginkan kesetaraan manusia, karena itulah sikap menghargai semua manusia secara setara adalah keharusan. Senada, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si menyampaikan bahwa bangsa ini akan aman jika seorang penganut agama tidak melecehkan agama lainnya. Agama anugerah Tuhan dalam bentuknya yang berbeda-beda adalah realitas dan jalan berbeda-beda yang bebas untuk dipilih oleh manusia.

Kuliah umum ini dibuka oleh Dekan Fakultas Teologi UKSW Pdt. Dr. Retnowati,M.Si. dalam sambutannya, Retnowati menyampaikan bahwa tema ini dipilih karena relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Kuliah umum ini menghadirkan empat pembicara yang mewakili empat agama di Indonesia yaitu Islam, Kristen, Katolik dan Hindu. Kuliah umum ini diikuti lebih dari 600 mahasiswa Pendidikan Agama dan masyarakat umum. (upk_bphl/foto:upk).

Sumber: http://www.uksw.edu/id.php/info/detail/type/fokus/stamp/1500374582/title/kuliah-umum-mengukuhkan-pancasila-merawat-kebhinekaan-di-uksw

July 18, 2017

0 Responses on Kuliah Umum Mengukuhkan Pancasila, Merawat Kebhinekaan di UKSW"

Leave a Message

© 2014 Yayasan Bina Bangsa 99. Rights Reserved